surat untuk buku

Posted: December 19, 2016 in surat untuk buku

Kuala Lumpur.

Assalamualaikum,

Surat ini ditulis pada tengah malam sewaktu hujan turun dengan lebat. Pekerja  TNB masih bertungkus lumus menyiapkan kerja mereka yakni menggali dan meletakkan kabel bawah tanah.

Ayah,

Buku2 yang ayah tinggalkan sudah dimasukkan ke dalam kotak. Mak kata mak tidak akan jual buku ayah ini. Walaupun  kami sekeluarga   tahu jika ditukar buku2 lama ini dengan   wang. Agak lumayan juga hasilnya. Mak kata, kita belum sampai kebulur  untuk jual buku kesayangan ayah.

Tapi kalau ayah ada, mesti ayah suruh jual sajakan. Kata mak, saya ikut perangai  ayah. Senang buat keputusan. Atas sebab itulah surat ini ditulis.

Ayah, tiga buku ayah saya telah jual kepada pembeli. Saya telah buka lelongan dan nilai ketiga buku itu pada zaman saya ini melebihi tiga bulan gaji ayah waktu ayah masih ada. Duit itu saya akan gunakan untuk daftarkan adik masuk universiti.

Ayah, lama betul kita tak jumpa. Buku2 ayah tak semua mak masukkan dalam kotak. Ada yang mak letak di meja solek mak. Mungkin mak nak rasa ayah ada. Saya ambil buku ayah. Letak bawah bantal. Agar nanti tidur dan mimpi ayah. Ayah baca kisah2 indah,sedih,seram,kejam dan pelbagai lagi dari semua buku ayah.

Kalau ayah baca surat ini. Ayah baliklah ye, lama tak dengar ayah baca buku dekat adik2.

Wassalam.

Yang menulis surat  untuk buku ayah.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s