Surat kepada seorang artis

Posted: February 26, 2015 in Uncategorized

Kampung Baru
Kuala Lumpur

Assalamualaikum,

Segala puji bagi Allah. Tuhan yang Maha Mengampun dan Maha Mengasihani. Tuhan yang memilih pada siapa yang harus Dia jatuhkan hidayah. Pada siapa pula harus Dia jatuhkan amarah. Semoga kita semua berada dalam ruangan rahmatNya. Selawat dan salam ke atas nabi junjungan. Muhammad yang dikasihi. Alangkah bahagianya diri tika bertemu kekasih Ilahi nanti.

Asal muassal surat ini bertajuk surat permohonan maaf kepada seorang artis. Mengapa permohonan maaf? mungkin surat ini akan ringkas saya tulis. Mungkin jua panjang.  Oleh itu dua kali kemaafan saya pinta jika ianya panjang dan lelah membacanya. Saya akan menggunakan kata ganti nama ‘artis’ demi mengelakkan hal ini menjadi besar dan besar dan besar.

Saya mula.

Waktu mula mengenal artis saya merasakan ianya hal2 biasa. Ialah di Malaysia artis tidaklah dipuja sehebat Amerika. Dari hari ke hari saya buka TV dan lihat berita online. Semuanya berkisar pasal artis. Kemudian terbit pula buku catatan2 kisah hidup artis yang mencari hidayah. Jumpa saat menggayakan tudung. Alhamdulillah. Saya baca buku artis dan blog, melihat sajak2 yang dikarang amat mengesankan. Terus terdetik hati saya bagaimana jika artis ini dihidangkan dengan sastera. Saya menulis email dan menghadiahkan beberapa karya sureal. Mungkin ianya agak ralat untuk faham. Di samping itu saya juga beri karya2 mistik. Dan ternyata yang mistik serta sufi ini lebih diminati oleh artis. Yang menjadi terciptanya surat permohonan maaf ini adalah…..

Saya yang oportunis, merasakan jika artis dijemput berdiskusi hal2 sastera. Pasti sambutan acara yang saya anjurkan gemilang. Ialah artis yang baru dapat hidayah setahun lalu. Kini berbicara perihal sastera. Persetankan mereka yang menuduh ini hanya lakonan. Atas faktor itu saya berikan segala informasi perihal sureal dan mistik dan sufi. Supaya kelak, insan2 yang mempersoalkan artis dengan mudah dijawab menggunakan ilmu pengetahuan.

Saya kira artis tidak akan terjumpa surat saya ini. Rasa bersalah itu ada. Atas rasa bersalah itu, saya tidak menjemput artis untuk hadir dalam acara diskusi sastera yang saya anjurkan.

Semoga Allah mempermudahkan segala urusan

Yang meraikan
Perewa

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s