Surat dari Turki 3 (Lapangan Terbang Atartuk)

Posted: June 2, 2014 in KLIA

Islamboul
Turkiye

Segala puji bagi Allah. Tuhan yang segalanya adalah untukNya dariNya. Dia yang menamatkan segala permulaan. Tuhan yang memiliki masa. Demi kuda perang yang gagah berlari dengan debu2 berterbangan. Selawat ke atas Nabi Muhammad yang senantiasa ingat akan umat.

Surat terakhir tentang Turki. Tentang perasaan dan penglihatan dan hal2 lainnya. Surat ini dikarang semasa diri berada di lapangan terbang. Namun ditamatkan di Makkah Al Mukarramah. Landskap Turki yang berbukit bukau agak membataskan pergerakan seorang ibu yang mengandung. Diri punyai beberapa hal, boleh juga dipanggil misi. Antaranya adalah menuju museum of innocence di jalan Cukurcuma. Tiba saja diri di jalan itu. Ya salam. Keadaannya sangat2 curam. Untuk sampai tempat yang dituju, sungguh berliku laluan yang perlu dilalu. Adakah diri sampai atau tidak? Sila rujuk akhir surat.

Istanbul benar2 menjadi kawasan tarikan pelancong. Suasana malamnya boleh dikatakan 20 kali ganda meriah dari uptown yang tersohor di Malaysia. Seolah malam lebih indah dari siang. Malam lebih hidup dari siang. Atau mungkin musim panas yang menyebabkan hal ini terjadi.

Sebagai penutup. Diri tinggalkan Orhan Pamuk ditempat asalnya. Cuba melupakan hal2 yang berlaku. Semoga kenangan terindah di Turki akan senantiasa tersemat di hati.

ISTANBUL AKU PERGI!

image

Wassalam.

Yang pergi Turki
Perewa

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s