Andai Esok Kita Kalah

Posted: May 4, 2013 in puisi

Andai esok kita kalah
Kaki kita yang sederap maju dulu diundur jangan
Burung-burung terbang bebas seolah merai keputusan
Awan gemawan berkepul memayungi tanah air tercinta
Asyik ikan di kali berenang-renang menyetujui realiti

Andai esok kita kalah
Saudara dan teman eratkan lagi hubungan
Angin menyapa bahu mengelus-elus dada yang sugul 
Kucing-kucing liar meminta pada manusia sisa-sisa makanan
Poster yang gah di depan mata kini dibiarkan sepi

Andai esok kita kalah
Sejauh ini pecutan kita hampa penamatnya
Mentari sudah sepenggalah tinggi tapi tidak mati
Azan masih berkumandang menjemput hati agar hadir
Teriakan peniaga pasar basah paling asli tiada ubah
Hulurkan tangan bukan budi mohon maaf biar disakiti

Andai esok kita kalah
barangan elektronik masih lagi berfungsi baik
warna bantal dan tilam tetap sama
baju gelandangan itu juga tidak pernah tukar
bunyi hon kereta saat tidak memberi lampu signal masih ujud
senyumlah alamkan menjadi penawar

Andai esok kita kalah
Tivi kekal menyiarkan drama kuning melankolik
Bunyi air masak di dapur bingit dan sakit
Motor yang rosak ditolak pelan-pelan di bahu jalan
Bangkit subuh dikejutkan ayah jika tidak mahu dirotan
Keadaan biasa yang aman selesa

andai esok kita kalah
masih lagi ada esok
masih lagi ada perjuangan 
masih ada
masih

andai esok kita kalah
kesat air yang jatuh dari kelopak hujung matamu

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s