Surat Pada Tuhan (kebaikan yang Nyata)

Posted: August 18, 2012 in surat pada tuhan

Masjidil Nabawi

Madinah Al Munawwarah

Alhamdulillah,Alhamdulillah,Alhamdulillah.

Segala puji dan syukur kepada Tuhan sekalian alam. Tuhan yang maha pengasih dan maha penyayang. Tuhan yang menciptakan segala kebaikan, untuk kita, untuk siapa saja peroleh kenikmatan. Tuhan yang maha besar. Yang segala itu berasal daripadaNya, bermula dengan tiada pemula dan akan terus ada. Dalam sifat 20 ada ceritanya. Semoga kita semua mendapat kefahaman yang membuahkan lebih keakraban dengan Tuhan.

Kebaikan. Semua orang mahu pada kebaikan. Sebenarnya kebaikan itu boleh hadir dalam pelbagai ragam dan warna. Terpulang kepada kita untuk menzahirkan ia bagaimana. Dari sekecil kebaikan, maupun menumpang kebaikan, ataupun sebesar besar yang kita sangka ia besar jugalah bagi kita pada kebaikan. Berpandukan pada ajaran Tuhan, kebaikan itu memberi manfaat setiap umat. Memberi rahmat juga berkat. Dari berkat menghampiri syafaat. Itulah yang didamba oleh pengikut Muhammad.

Kita ini walau sejahat mana, jangan perli akan kebaikan, jangan halang orang melakukan kebaikan, jangan mengata orang berbicara hal kebaikan. Yelah, manusia biasa. Kadang kita merasa diri kita ini mulia, merasa diri kita tidak dungu, merasa lebih berfikir dari orang lain yang juga berfikir, merasa lebih dari semua. Sudah punya ilmu lebih katanya. Merasa lebih kritis, dan menghasilkan kelompok yang akan mengata pada kelompok yang baru menemui akan kebaikan.

Tuhan, aku tidaklah mengatakan aku tidak pernah berada dalam situasi semua yang aku taip ini. Bahkan Kau maha mengetahui, dan aku dapat rasakan semua yang aku tulis itu hadir dalam diri aku sendiri. Refleksi kepada diri sendiri. Membenci dalam hati pada mereka yang hipokrit, mengata pada yang mencampur adukkan hak dan batil, meletakkan di sudut paling hujung bagi mereka yang jauh dari agama. Itukah aku? atau itulah aku? Kini aku cuba merungkai dan meleraikan tali sempadan aku dan mereka. Ia aku tahu bukan aku saja merasa begitu. Ialah, mereka buat baik tapi melanggar suruhan Tuhan. Bahkan kalau tidak dilarang, seperti aku menggalakkan.

Oleh yang demikian aku cuba untuk mengajak semua yang baca ini mulakan kebaikan yang dianjurkan oleh Tuhan. Aku siapa untuk mengajak? aku bukan siapa2, hanya hamba Tuhan yang sempat lompat keluar dari lubang paling dalam. Lakukanlah kebaikan, walau ditengah khalayak yang semua orang tidak kenal akan apa itu kebaikan.

Maafkan aku Tuhan. Aku dapat rasakan aku tidak tegas dalam menjalankan kebaikan. Namun aku merasa, saat aku mengajak temanku ke arah kebaikan. Aku dapat menghidu masih ada lagi di hati temanku untuk menuju ke arah kebaikan.

Dan tiadalah kebaikan paling nyata saat menyembah diriMu dalam solat. Solat itulah Kebaikan yang membawa keakraban pada Tuhan.

yang menung(gu) masa sesuai

perewa

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s