ucapan buat sang pengantin

Posted: March 5, 2012 in Uncategorized

Tahniah pada teman yang berkahwin dan menjadi pengantin, dibawah ini adalah ucapan pada teman seni saya. Namun saya juga ada membaca pada perkahwinan teman yang lain. Senang saya berkongsi disini, kerana kalian boleh membacanya. Segala yang baik datang dari Tuhan.

Terimalah ucapan tak seberapa ini.

Buat teman sang pengantin.

Bersyukur ke hadrat ilahi atas keizinannya dapat kita berkumpul dihari penuh gemilang, meraikan sebuah episod cinta sang pengantin. teman saya mempelawa saya dan diizinkan oleh suaminya untuk membacakan sesuatu, ingin saya nyatakan disini dalam banyak2 sajak dan puisi yang saya cipta amat jarang menyentuh soal cinta. Melainkan dari karya sahabat maupun sasterawan yang lain. Namun saya cuba, maafkan jika tidak kena pada temanya. Kerana saya adalah manusia biasa yang masih bercinta.

Saya pernah bertanya pada teman saya, yang bernama nuranis…”Anis, apa itu cinta?” Anis menjawab ” cinta itu bosan” dan jawaban anis itu telah diberi pencerahan daripada teman setaman saya yang bernama aishah nur hakim. Aishah mengatakan cinta adalah segala2nya. Mana mungkin kita mengatakan cinta itu bosan. Adanya kita didunia, itu cinta. Bangun pagi gosok gigi, itu cinta. Saya datang kesini dalam majlis ini, itu cinta. Saya membawa teman2 ke acara malam pekan frinjan, itu cinta, shikin memakai baju yang sama dengan noor iman itu cinta, ayah menyuruh bersolat dan marah jika lewat pulang, itu cinta, dan pada akhirnya cinta itu tiada limitasi.

Dan cinta pada umur dewasa itu lebih dahsyat jika tidak jaga dengan cermat berbanding anak2 kecil bercinta.

Syeikh maulana jalaluddin ar-rumi berkata

cinta adalah kekuatan
yang mampu
mengubah duri jadi mawar
mengubah cuka jadi anggur
mengubah sedih jadi riang
mengubah amarah jadi ramah
mengubah musibah jadi muhibbah
itulah cinta

sekalipun cinta telah ku uraikan
dan ku jelaskan panjang lebar,
namun jika cinta ku datangi,
aku jadi malu pada keteranganku sendiri

meskipun lidahku telah mampu menguraikan,
namun tanpa lidah, cinta ternyata lebih terang..
sementara pena begitu tergesa-gesa menuliskannya..

kata-kata pecah berkeping-keping
begitu sampai kepada cinta..

dalam menguraikan cinta,
akal terbaring tak berdaya,
bagaikan keldai terbaring dalam lumpur
cinta sendirilah yang menerangkan cinta dan percintaan..

Kemudian dalam majlis ini saya sendiri berfikir persoalan, yakni. Apa itu cinta?

Jika ditanya padaku apa itu cinta? Aku diam,
Jika ditanya padaku apa itu putus cinta? Aku diam
Namun jika ditanya pada siapa harus bercinta? Aku jawab, pada Tuhan.

Sebagai penutup, kepada sekalian pencinta dan juga pendusta. Tak lupa juga kepada sang pengantin. Sekarang sama2 kita lihat di luar jendela dewan serta rumah ini. Cahaya cinta mengetuk2 untuk kita di langit biru.

Gibran mengatakan jika kau bercinta jangan katakan tuhan berada dihatiku, tapi katakanlah aku berada dihati tuhan.

Sekian, assalamualaikum

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s